SEJARAH BIBLE CRITICM
Sejarah Bible Criticm
Oleh: Achmad Ilham Maulana
achmadilham689@gmail.com
Biblical criticism, sebutan metode
barat dalam mengkritisi bible, secara historis, asal mula bentuk tradisional
teks perjanjian baru, yang pada itu di pelopori oleh Richard Simon atau yang
dikenal dengan “The Father Of Biblical Criticm”, kemudian pemikiran Simon
tersebut dilanjutkan oleh para pemikir barat, seperti: John Mill, Dr. Edward
Well, Richard Bentley, Johan Albrecht Bengel, Johan Jacob Wettstein, Johan
Salomo Semler dan masih banyak lainnya.
Setelah mengkritisi Historis teks
bible, murid Semler, Johan Jacob Griesbach berusaha mencoba dengan mengkritisi
pengarang bible itu sendiri yaitu mengkaji keterkaitan antara Martius, Markus
dan Lucas (Shinoptich). Tindakan semler ini juga sependapat dengan
Johann Gottfried Herder, Ia mengatakan Bibel yang utama (Primal Gospel)
adalah oral dibanding tulisan. Bibel yang paling tua adalah ucapan oral Yesus.
Pemikiran ini yang mejadi cikal bakal terbentuknya kritik bentuk (Form
Criticm).
Salah seorang yang memfokuskan
kajiannya kepada bentuk-bentuk bible (From Criticm) adalah Friendrich
Daniel Ernst Schleiermacher yang dijuluki dengan ‘the founder of General
Hermeneutik’, ia mengatakan, buku-buku yang ada di dalam bible sepatutnya
diperlakukan sama dengan karya-karya tulis yang lain. Dan dari pemikiran
Schleiermacher tersebut, karl Lackman
menerbitkan perjanjian baru dalam Bahas Yunani Kuno pada tahun 1831,
yang dengan karya tersebut Lackmann merupakan ‘the founder of tehe modern
era of tektual criticsm’ (pendiri kritik teks era modern).
Setelah Lackmann banyak sekali para sarjana kritsen
menganalisa teks dan menolak textus receptus, seperti Lobe gott Freidrich
Constantin von Tischendrof, Samuel Prideaux Tregelles, Henry Alford dan
lain-lainnya.

Comments
Post a Comment