Sensitivitas Kulit dalam Al-Qur'an; Kajian Tafsir Sains
Sensitivitas Kulit dalam Al-Qur'an; Kajian Tafsir Sains
achmadilham_maulana@uinsu.ac.id
Saya pernah mendengar kisah seseorang yang setiap harinya selalu membawa mancis atau korek gas kemana-mana. ketika ada seorang pemuda bertanya padanya: mengapa Anda selalu membawa mancis?, jawaban si pembawa mancis, sengaja saya bawa mancis ini, agar nanti jika saya berpikir untuk melakukan maksiat, saya langsung menyalakan api ini untuk membakar tangan saya sendiri, semua ini saya lakukan agar sadar bahwa siksa di akhirat nanti ribuan kali lipat dari panasnya korek gas ini. Dan pada saat itu si penanya pun terdiam dan tak bisa berkata-kata, membuat sadar dirinya bahwa kehidupan didunia hanya sementara, dan akan dipertanggung jawabkan semuanya diakhirat nanti.
Kisah singkat diatas, membuat saya berpikir tentang suhu panas, yang kita rasa oleh kulit, menjadi sakit, apakah ada kaitannya antara Sains dan Al-Quran? Sehingga pertanyaan ini mengerucut, apakah Alquran membicarakan hal ini? Karena ini berkaitan dengan Adzab di akhirat.
Beberapa saat kemudian saya menemukan itu didalam alquran, yang terdapat pada surat an-nisa, ayat 6.
Allah berfirman:
Artinya:
Kajian Kata نصليهم dan نضجت
Ada dua kata pada ayat di sana yang menurut saya sebagai representatif untuk menjelaskan sensitivitas pada kulit.
Pertama (نصليهم) Nusliihim
Kedua (نضجت) Nadhijat.
Mari kita kaji kedua makna dari kata tersebut, jika kita analisis secara bahasa kata pertama; Nusliihim berasal dari kata ash-shola yang berati menghidupkan Api, seperti dalam satu ungkapan, shola binnaar: memanggang dengan api, ungkapan lainnya Sholaita as-Syata: engkau memanggang daging kambing.
Bentuk objeknya adalah Mashliyyah: dipanggang, singkatnya bahwa, Orang-orang kafir harus rela menerima panasnya Api menyala, karena kekufuran meraka terhadap Allah SWT.
Dan kata ini juga berkaitan dengan kata (الصلاة) as-sholah yang berasal dari kata (الصلاء) as-shila'. Yang berarti menghilangkan dari Api Allah SWT, cara menghilangkan nya adalah disebut dengan (الصلاة) as-sholah, yakni dengan ibadah yang Agung dan salah satu dari rukun Islam, yang menjadi pembeda antara muslim dan Kafir.
Kata kedua (نضجت) Nadhijat, ada ungkapan pada kata tersebut dengan kalimat, Nadhija al-lahm nadhjan, yang berarti Daging sudah matang. Namun pada konteks ayat diatas ialah bermakna hangus, atau kulit yang sudah terbakar hangus hingga terkelupas.
Dari dua kata diatas نصليهم dan نصجت adalah proses sebab dan akibat seorang merasakan penderitaan yang amat sakit. Yaitu Api yang menyala menjadi sebab dari kulit yang terbakar hangus hingga terkelupas, yang berakibat menjadi rasa sakit yang tidak bisa kita bayangkan.
Sensitivitas pada kulit
Ayatnya:
Artinya:
Disana menunjukan bahwa, sebab siksaan yang amat sakit yang dirasakan oleh orang kafir ialah, Kulit. Menurut Dr Zaghlul Najjar, jika kulit dibuang, maka tubuh manusia tidak merasakan sakit, sebab pusat organ penerima rangsangan tersebar banyak dikulit yang tersambung ke otak.
karenanya, ketika kulit menerima rangsangan dari suhu dingin, maka secara alami kita terasa dingin, begitu juga sebaliknya ketika rangsangan kulit menerima dari suhu panas maka, alaminya badan kita akan terasa hangat.
Akan tetapi Jika suhu panas lebih dari 45°C, maka organ penerima rangsangan panas berubah menjadi organ penerima rangsangan sakit, tidak lagi terasa hangat.
kondisi inilah yang dirasakan oleh orang yang menjadi korban kebakaran.
Tentang ini juga, didukung oleh penelitian dokter pada prajurit yang terbakar dan terkelupas kulitnya ketika perang Dunia (1939-1945 M), mereka merasakan cidera, namun pada saat kulit mereka terkelupas rasa sakit itu hilang. Para dokter berkesimpulan bahwa, ini terjadi dikarenakan matinya urat-urat saraf kulit, dimana disitu adalah pusat partikel rasa sakit yang tidak terdapat dalam organ lain.
Pendapat ini juga didukung oleh para ilmuwan pada penghujung abad ke-20, mereka menegaskan bahwa ada jutaan organ penerima rangsangan yang tersebar pada kulit. Yang bisa menjadi penerima rangsangan sakit jika suhu yang diterima kulit melampaui 45°C.
Kesimpulan
Oleh karena itu, (بدلنهم جلودا) berfungsi sebagai penegasan dan kekuasaan Allah, atas perihnya tingkat siksaan, yang Allah berikan kepada orang kafir; ketika badan itu hangus oleh Api dan kulitnya terkelupas, dan kemudian, dikembalikan lagi badan dan kulitnya secara utuh, (walau dalam bentuk yang Berbeda), ini memberikan penegasan kepada kita, tentang tingkat rasa sakit yang berulang-ulang.
Apa yang saya sampaikan diatas adalah kajian tentang Api didunia, yang dijelaskan oleh sains. lalu, bagaimana dengan Api yang terus menyala hingga berumur ribuan tahun, untuk membakar kulit manusia?
Semoga saudara-saudara sesama manusia (non muslim), Agar segera membuka mata hatinya, dan kita sebagai umat muslim, agar terus bertaqwa kepada Allah SWT dan menghindari perbuatan keji dan mungkar, dan janganlah mati melainkan dalam keadaan muslim.
وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat
.....إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلتَّوَّٰبِينَ
Wallahu A'lam bisshowab

Comments
Post a Comment