Biografi Snock Hurgronje


Biografi Cristiaan Snock Hurgronje
Prof. Dr. Snouck Hurgronje lahir tanggal 8 februari 1857 M di Oosterhout dari pasangan pendeta J.J. Snouck Hurgronje dan Anna Maria de Visser. Setelah lulus dari sekolah menengah di Breda. Dia belajar bahasa latin dan yunani untuk masuk universita, pada juni 1874 dia berhasil menempuh ujian masuk universitas. Kemudian pada musim sedang tahun 1874 dia mendaftar ke fakultas teologi di universitas leiden Belanda, dan pada mei 1876 dia menempuh ujian kandidat dalam filologi klasik Yunani dan latin, lalu pada april 1878 ia mengikuti ujian kandidat dalam Teologi. Namun dia tetap menekuni filologi, dan pada September 1878 berhasil menempuh ujian Filologi Semit. Pada bulan November 1879 dia berhasil memperoleh gelar doctor.
Pada 1881 dia ditugasi menjadi pengajar ilmu-ilmu keislaman di Sekolah Calon Pegawai di Hindia Timur, Indonesia, yang bertempat di Leiden. Pada 1884 Snouck mengadakan petualangan ke Jaziroh Arab, dan menetap di Jeddah. Snouck sampai Mekkah pada 22 februari 1885 dengan menggunakan nama samaran Abdul Ghofar. Dia menetap di Makkah selama enam bulan, dan menghasilkan karya berjudul makkah. Namun akhirnya, pada bulan Agustus, Snouck dipaksa keluar dari Makkah oleh konsul Prancis.
Sejak tahun 1889, Snouck memulai kegiatanya sebagai penasehat colonial Belanda di Indonesia. Pada Maret 1891 ia menjadi penasehat dalam bahasa-bahasa Timur dan Syari’at Islam bagi pemerintah colonial Belanda, dan menetap di Aceh sejak tahun 1891-1892, Snouck juga mengumpulkan bahan-bahan untuk menyusun karya besarnya tentang Aceh yang berjudul De Acehers. Pada tahun berikutnya, Snouck meneliti ragam bahasa, penduduk,dan negeri-negeri yang terdapat di Indonesia sesuai dengan tugasnya sebagai penasehat pemerintah Belanda.
Karya ilmiah Snouck di antaranya ialah, tulisanya tentang kota Makkah, De Atjehers. Karya lain dalam bentuk makalah yaitu, ‘Munculnya Islam’, ‘Perkembangan Agama Islam’, ‘Perkembangan Politik Islam’, dan Islam dan Pemikiran modern’. Snouck hurgronje wafat pada bulan Juli 1936, dalam usia 81 tahun.[1]





[1] Abdurrahman al-baidowi, Mausu’ah al-mustasyriqin; penerjemah: Amroeni Drajat, Ensiklopedi Tokoh Orientalis, (LKIS Yogyakarta, Januari 2003), hal. 262-264

Comments

Popular posts from this blog

TEORI KONTEKS DAN AL-WUJUH WA AN-NADZOIR

Mengapa Gunung dalam Al-Quran disebut sebagai pasak Bumi? ; Kajian Tafsir Sains

Sensitivitas Kulit dalam Al-Qur'an; Kajian Tafsir Sains