Posts

Showing posts from 2020

KANKER HISTORISISME TEKS WAHYU

Image
KANKER HISTORISISME TEKS WAHYU PART I Oleh: Achmad Ilham Maulana, S.Ag achmadilham689@gmail.com Kajian menarik untuk membahas ini, karena tanpa disadari banyak sarjana muslim yang mengidap penyakit kanker ini. Telah luntur tujuan awal, ilmu untuk mengenal tuhan, bukan sebaliknya ilmu untuk merusak hukum Tuhan dan merekonstruksi hukum baru buatannya sendiri. " Bagaimana mungkin kita mendapatkan solusi untuk kehidupan kita sekarang, dengan mengambil solusi pada abad ke 2 Hijriyah yah lalu "  Muhammad shahrour ( alKitab wa Al-Qur'an ). Historisisme adalah tradisi ilmuwan barat untuk menguji "otentisitas Wahyu tuhan" yang pada saat itu meragukan keotentikan Bibel yang mereka sebut (metodenya ) dengan biblical criticism (Adnin Armas, metodologi bibel dalam studi Al-Qur'an ). Semngat itulah para cendekiawan non muslim mengkritik kitabnya sendri, dan lucunya metode ini dan semangat ini, dipakai oleh sarjana muslim untuk mengkaji teks Al-Qur'an dan te...

Macronisme

Image
  Macronisme Oleh: Achmad Ilham Maulana, S.Ag achmadilham689@gmail.com Makna kebebasan (Worldview barat) mengacaukan definisi kebebasan itu sendiri, yang berakhir dengan penistaan. Kebebasan yang di usung oleh kaum macronisis adalah kebebasan menghina, melecehkan, merendahkan agama dan kepercayaan lain, yang merusak kehormatan dan melukai perasaan orang lain. Apakah kebebasan diartikan sama dengan kebencian terhadap Agama? Dalam peradaban barat memakai definisi tersebut, membuat bnyak tragedi penistaan dalam sejarahnya. Dalam Misykat, Dr Hamid menyampaikan, dari tahun 1951 sampai tahun  2007, begtu bnyak penistaan yang berdalil "kebebasan berekspresi" yang melukai perasaan orang beragama, dua diantaranya adalah pada tahun 1951 yang dilakukan oleh Roberto Rossellini film berjudul The Miracle , yang menghina agama keristen (tentang menghamili gadis petani, yang percaya gadis tersebut adalah  bunda Maria)  dan penistaan serupa pada agama Islam, pada tahun 1997 ...

Almahabbah

Image
Almahabbah Oleh: Achmad Ilham Maulana, S.Ag achmadilham689@gmail.com Mencintai untuk dicintai, mencintai dengan cinta, tak akan mudah untuk dimengerti, bagi orang yang tak pernah mencintai dengan penuh ketulusan hati. Cinta tak berwujud, cinta tak terlihat, cinta tak dapat disentuh, namun dengan ketiadaan cinta, bukan bukti  dari ketiadaannya, karena cinta bukan suatu materi yang dapat mati ditelan waktu. Cinta soal perasaan hati, yang mampu hidup dan tak kenal waktu. Cinta bagaikan keindahan yang melekat pada bunga, cinta bagaikan kesejukan dibawah rindangnya pohon, keindahan dan kesejukan memang tak berwujud, namun keindahan dan kesejukan dapat dirasa oleh  jiwa, akal dan hati yang tenang. Mencintai dengan cinta kepada sang pemilik hati (Tuhan),  bukti keihsanan dalam diri yang terlepas dari kekufuran hati. Pujian dzikir kepadaNya, dan berharap padaNya,  adalah ciri kerinduan sang pecinta kepada sang kesasihnya. Rasa rindu...

Wajah Perjuangan

Image
Perjuangan Oleh: Achmad Ilham Maulana, S.Ag achmadilham689@gmail.com Satu kata tersebut bila diucapkan, diyakini dan dibuktikan oleh amal, mampu mengukuhkan keimanan terhadap Tuhan, mampu menggenggam dunia tanpa harus menaruhnya dalam hati, mampu mengetahui bahwa Tuhan itu maha besar dari apa yg ada didunia ini (mobil, rumah, pekerjaan, uang dll, semuanya kecil). Itulah arti perjuangan. Sedikit cerita di desa yang berada d bawah gunung, yang berada di keheningan cahaya Islam, ada satu pondok yang ingin menjadi cahaya diatas cahaya lainnya, ingin menjadikan sumber pradaban Islam didalam heningnya suara keharmonisan. Cahaya diatas cahaya tersebut adalah cahaya Tuhan yg selalu diyakininya, diamalkannya,  dengan menumbuhkan peradaban keilmuan yang dialirkannya melalui pondok pesantren, yang mereka sebut dengan. Daarul Hidayah. Keterkesanan terhadap pondok tersebut, ketika sang pimpinan berbicara dengan sang perintis mengenai permasalahan  pond...

Sang Inspirator

Image
Sang Inspirator Oleh: Achmad Ilham Maulana, S.Ag achmadilham689@gmail.com Menjadi dan dijadikan olehnya. menjadikanku tegak, menjadikanku tangguh, menjadikanku kuat, adalah harapan dari jawaban doa disepanjang sujudnya. Sentuhan keihklasan dan kasih sayangnya, layaknya butiran pasir dalam lautan, tak akan pernah terhitung, berapa banyak kasih sayang dan keikhlasan yang diberikannya. Ayah dan Ibu. Ya, Merekalah sosok  inspirator hidupku. yang selalu menjadi pengingat dan  selalu menjadi motivator dalam  kehidupanku. Tetesan demi tetesan air mata dalam sujudnya, tak mampuku membalasnya. walaupun, aku berikan semua dunia, yg aku punya, jasa-jasanya tak mungkin terbalas dengan pengorbanan yang mereka taruhkan untukku. Itulah ayah dan ibuku yang mampu mencintai tanpa harap untuk disayangi, yang selalu memberi tanpa harap kembali, yang selalu mengasihi tanpa harap dikasihi. Walau demikian dalam diri ini, dan setiap detakan...

KEMERDEKAAN AKAL DAN HATI

Image
Kemerdekaan Akal dan Hati Oleh:  Achmad Ilham Maulana, S.Ag achmadilham689@gmail.com Kemerdekaan akal mampu berfikir sesuai dengan batas kehendak manusia, mampu berfikir terhadap alam yang justru meningkatkan keimanannya. Bukan meragukan keberadaanNya dan mengkufuri keesaanNya. Keberfikiran manusia terhadap objek dapat menghasilkan ilmu, tapi ilmu didapat atas kehendak Tuhan, tuhan yg memberikan ilmu, dengan segala kehendaknya. Tuhan memiliki dzat Aliim , serpihan dzat tersebut adalah ilmu yang tuhan berikan pada manusia, dengan diberikannya ilmu, manusia dapat berilmu sesuai proporsinya sebagai manusia. jika manusia menentang kemu'jizatan tuhan dengan akalnya, sejatinya dimensi keilahiannya telah hilang dalam ilmunya, sehingga menjadikan akalnya tak merdeka, yang tak mampu melepas diri dari ikatan kesesatan. Begitu juga hati, jika hati tak kunjung damai dan tenang dengan apa yang dirasanya, maka sejatinya hati tersebut telah berlabuh di tempat yang salah,...

Sang Khaliq dan Makhluk Angkuh

Image
Apakah tuhan ada? Jika ada Tuhan mengapa Tuhan membiarkan virus Corona? Oleh: Achmad Ilham Maulana, S.Ag achmadilham689@gmail.com Pertanyaan diatas adalah rangkuman dari pernyataan salah seorang perintis kelompok jaringan Islam liberal, jika disimpulkan bahwa Tuhan tidak ada, jika ada mengapa mebiarkan virus Corona terjadi? Cukup menarik untuk dikaji, dan jika diteliti lebih lanjut, adanya pernyataan tersebut bahwa Tuhan tidak ada, justru membuktikan keadaan tuhan itu sendri, jika memang Tuhan tidak ada, mengapa dia repot- repot membicarakan Tuhan tidak ada, dan juga jika memang Tuhan tidak ada, dia tak bisa membuktikan non empiris bahwa Tuhan itu tidak ada. Logika seperti ini, bukan lagi logika Islam namun logika atheis yang selalu ber pra sangka buruk terhadap Tuhan, seakan-akan semua keburukan didunia ini, atau kejahatan yg ada dunia ini, bukti tuhan lalai dan tak mampu untuk berbuat apa-apa, singkatnya tuhan lemah dan Tuhan tidak ada. Menanggapi perm...

APAKAH SABAR ADA BATASNYA?

Image
Apakah sabar ada batasnya? Oleh: Achmad Ilham Maulana, S.Ag achmadilham689@gmail.com Pendahuluan Akhir akhir ini ada fenomena yang cukup menarik untuk dikaji lebih lanjut, ada salah satu cendikiawan muslim berpendapat bahwa kesabaran seorang istri ada batasnya terhadap suami. Pendapat tersebut disampaikan didepan para jama'ahnya ketika sedang mengisi ceramah di masjid. Seperti yang disampaikannya sebagai berikut: " Ketika istri telah mendapat permasalahan yang berat dari suami, dan suami selalu mengulang kesalahannya, maka haruslah istri meminta talak kepada suaminya, karena sabar ada batasnya ", begitulah imbuhnya. Talak dan sabar,  itu dua konsep yang berbeda  dan talak tidak bisa dijadikan sebagai dalil dan perumpamaan, untuk ukuran kesabaran seseorang, yang dengannya berkesimpulan kesabaran itu ada batasnya. Pernyataan tersebut membuat  penulis bertanya tanya,  Apakah orang yg tidak bersabar itu dapat dikatakan orang bersabar ?...

JILBAB IDENTITAS MUSLIMAH

Image
JILBAB  IDENTITAS MUSLIMAH Oleh: Achmad Ilham Maulana, S.Ag achmadilham689@gmail.com Keshalehan seorang muslim tidak terlepas dari keshalehan  jasadiyyah dan keshalehan  ruhiyyah. keshalehan jasadiyyah akan berbuah pada keimanan, begitu juga sebaliknya keimanan seseorang akan  berbuah pada akhlak (akhlak pada Tuhan, akhlak pada diri sendiri dan akhlak pada sesama makhluk tuhan). jika ada yg memisahkan kebaikan ruhiyyah dan kebaikan jasadiyyah, maka dapat dikatakan dia telah merusak komponen-komponen keimanan. Fenomena saat ini adanya kesesatan intelektual,  menghalalkan jilbab untuk tidak memakainya, seperti slogannya: "memakai atau tidak memakai jilbab, bukan sebagai ukuran disebut baik dan shalehahnya seorang muslimah." pernyataan tersebut sangat lembut dan masuk akal, tapi pada hakekatnya justru menggerus keimanan muslimah sehingga berdampak pada keraguan terhadap syariat Islam. Karena jilbab dalam Islam adalah ma'lumun Minad din ...