Almahabbah



Almahabbah

Oleh: Achmad Ilham Maulana, S.Ag

Mencintai untuk dicintai, mencintai dengan cinta, tak akan mudah untuk dimengerti, bagi orang yang tak pernah mencintai dengan penuh ketulusan hati.

Cinta tak berwujud, cinta tak terlihat, cinta tak dapat disentuh, namun dengan ketiadaan cinta, bukan bukti  dari ketiadaannya, karena cinta bukan suatu materi yang dapat mati ditelan waktu. Cinta soal perasaan hati, yang mampu hidup dan tak kenal waktu.

Cinta bagaikan keindahan yang melekat pada bunga, cinta bagaikan kesejukan dibawah rindangnya pohon, keindahan dan kesejukan memang tak berwujud, namun keindahan dan kesejukan dapat dirasa oleh  jiwa, akal dan hati yang tenang.

Mencintai dengan cinta kepada sang pemilik hati (Tuhan),  bukti keihsanan dalam diri yang terlepas dari kekufuran hati.

Pujian dzikir kepadaNya, dan berharap padaNya,  adalah ciri kerinduan sang pecinta kepada sang kesasihnya.

Rasa rindu, membuat ingin selalu bertemu dan berbicara tuk melepas rindu. Rasa rindu akan hilang ketika sang pecinta bertemu dengan kekasih (Tuhan) dalam munajatnya.

" Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu atas cinta Mu, dan cinta kepada orang yang mencintai Mu, serta amal yang dapat menyampaikan diriku kepada cinta-Mu . Ya Allah, jadikanlah cinta-Mu merupakan hal yang paling aku sukai lebih daripada kepada diriku sendiri, keluargaku, dan air yang sejuk (di padang yang tandus." (HR.Tirmidzi)

Comments

Popular posts from this blog

TEORI KONTEKS DAN AL-WUJUH WA AN-NADZOIR

Mengapa Gunung dalam Al-Quran disebut sebagai pasak Bumi? ; Kajian Tafsir Sains

Sensitivitas Kulit dalam Al-Qur'an; Kajian Tafsir Sains