Macronisme

 

Macronisme

Oleh: Achmad Ilham Maulana, S.Ag

achmadilham689@gmail.com


Makna kebebasan (Worldview barat) mengacaukan definisi kebebasan itu sendiri, yang berakhir dengan penistaan.

Kebebasan yang di usung oleh kaum macronisis adalah kebebasan menghina, melecehkan, merendahkan agama dan kepercayaan lain, yang merusak kehormatan dan melukai perasaan orang lain.

Apakah kebebasan diartikan sama dengan kebencian terhadap Agama?

Dalam peradaban barat memakai definisi tersebut, membuat bnyak tragedi penistaan dalam sejarahnya.

Dalam Misykat, Dr Hamid menyampaikan, dari tahun 1951 sampai tahun  2007, begtu bnyak penistaan yang berdalil "kebebasan berekspresi" yang melukai perasaan orang beragama, dua diantaranya adalah pada tahun 1951 yang dilakukan oleh Roberto Rossellini film berjudul The Miracle, yang menghina agama keristen (tentang menghamili gadis petani, yang percaya gadis tersebut adalah  bunda Maria)  dan penistaan serupa pada agama Islam, pada tahun 1997 yang dilakukan oleh Tatiana Soskin yang menempelkan gambar Nabi Muhammad SAW dalam bentuk babi, yang sedang membaca Alquran.
Dan Masih bnyak lagi penistaan dengan berdalil "kebebasan berekspresi" dan sekrng pun terjadi lagi pada tahun 2020 yang dilakukan oleh presiden Prancis bernama Emmanuel Macron yang telah melecehkan Nabi Muhammad SAW dengan menampilkan kalikatur Nabi Muhammad SAW di gedung pemerintahannya.

Penghinaan Nabi, penistaan agama, dan kebebasan berakhir penistaan.
pemikiran seperti ini semuanya merupakan repetisi dan reproduksi belaka, atau History repeats itself, tokohnya berbeda hanya karakter dan perannya sama saja.

Ada Fir'aun dan ada Musa. Muncul Suhrawardi al-Maqtul, tetapi ada Ibn Taymiyyah. Lalu lahirlah Hamzah Fansuri, namun datang Ar-Raniry.

Pertanyaan nya, sejauh manakah kita taat kepada Nabi Muhammad SAW?

Maka perkokoh lah keimanan kepada Allah dan rasulnya, dan bencilah karena Allah dan rasulnya.

Jika dalam hati merasa tersakiti maka dihatinya ada cinta terhadap Nabi, jika hati tak tersakiti maka ada hati yang gelap tak bisa merasakan keimanan Nabi.

Comments

Popular posts from this blog

TEORI KONTEKS DAN AL-WUJUH WA AN-NADZOIR

Mengapa Gunung dalam Al-Quran disebut sebagai pasak Bumi? ; Kajian Tafsir Sains

Sensitivitas Kulit dalam Al-Qur'an; Kajian Tafsir Sains