KANKER HISTORISISME TEKS WAHYU
KANKER HISTORISISME TEKS WAHYU
PART I
Oleh: Achmad Ilham Maulana, S.Ag
Kajian menarik untuk membahas ini, karena tanpa disadari banyak sarjana muslim yang mengidap penyakit kanker ini. Telah luntur tujuan awal, ilmu untuk mengenal tuhan, bukan sebaliknya ilmu untuk merusak hukum Tuhan dan merekonstruksi hukum baru buatannya sendiri.
"Bagaimana mungkin kita mendapatkan solusi untuk kehidupan kita sekarang, dengan mengambil solusi pada abad ke 2 Hijriyah yah lalu" Muhammad shahrour (alKitab wa Al-Qur'an).
Historisisme adalah tradisi ilmuwan barat untuk menguji "otentisitas Wahyu tuhan" yang pada saat itu meragukan keotentikan Bibel yang mereka sebut (metodenya) dengan biblical criticism (Adnin Armas, metodologi bibel dalam studi Al-Qur'an).
Semngat itulah para cendekiawan non muslim mengkritik kitabnya sendri, dan lucunya metode ini dan semangat ini, dipakai oleh sarjana muslim untuk mengkaji teks Al-Qur'an dan teks Sunnah. (Fahmi Salim, M.A, Tafsir Sesat; 58 essai kritis wacana Islam Indonesia & Dr Zahrul fatta, mauqifu allittijah allibrali min mafhumi assunnah)
Sehingga tak heran jika ada yang menjustifikasi bahwa Al-Qur'an kitab sastra terbesar yang seharusnya dikaji dengan metode kritik sastra (literary criticism) (Dr. Muhammad Nur Kholis Setiawan, Al-Qur'an kitab sastra terbesar & Muhammad Ahmad khalafullah, alfannu alQashasi fi Al-Qur'an al-karim), dan mengatakan Al-Qur'an hanya sekedar "kontruksi budaya" dengan beralasan Nabi Muhammad mengotori teks Al-Qur'an, dan dengan alasan Al-Qur'an lahir dalam budaya Arab jahili,(Nashr Hamid abu zayd, Mafhumu an-Nash) ini sebagian gejala yang dirasakan oleh pengidap kanker historisme atau (historical criticism).
Begitu juga dalam Sunnah, bahwa apa yang dilakukan Nabi Muhammad pada abad 2 Hijriyah (pada masa Arab jahili) adalah bukan solusi untuk menghadapi masalah pada abad modern ini. (Sharour, Alkitab wa Al-Qur'an).
Beginilah akibat dari filter akalnya yang rusak atau mungkin filter dalam akalnya sudah hilang dan sudah d ganti dengan merek non Islam. Astagfirullah.
Tidak lain bahwa penyakit ini justru membuat hati menjadi mati, akal menjadi penguasa hati dan nafsu menjadi raja dalam kekuasaan dirinya.
Waallahu A'lam bisshowab

Comments
Post a Comment