Mengapa Gunung dalam Al-Quran disebut sebagai pasak Bumi? ; Kajian Tafsir Sains


Mengapa Gunung dalam Al-Qur'an disebut sebagai pasak Bumi?

Oleh: Achmad Ilham Maulana, S.Ag

*Sarjana Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Universitas Darussalam Gontor


Judul diatas penulis ambil dari penggalan surat an-Naba ayat 6-7, yang berbunyi:

أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا (٦) وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا (٧)
Terjemahannya: Bukankah kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, dan gunung-gunung sebagai pasak?

Dari ayat diatas, setelah membaca berulang kali,  membuat penulis tertarik mencari dan menganalisis tafsirannya, sehingga menimbulkan beberapa pertanyaan.

Apa itu pasak? Mengapa Gunung di sebut dengan Pasak?  Dan apa kaitannya Gunung dengan Bumi?

Pertanyaan ini hadir karena Al-Qur'an, selalu mengisyaratkan manusia itu berfikir (afala tatafakkarun), bertadabur (afala yatadabbarun), Dan meneliti (afala yandzurun) apa yang ada dalam Al-Qur'an.

Pada ayat diatas, penulis mengambil satu Poin besar yakni Gunung, yang mana ini sebagai bukti bahwa Allah SWT, tidak hanya berfirman dengan hal-hal yang Ghaib saja, namun ada banyak hal-hal yang bersifat fisik (yang bisa dirasakan oleh Panca Indera)[Muhammad Abduh Tafsir Al-Manar, Jilid 1] yang menjadi bukti atas kerububiyahannya. [Kitab at-Tauhid]

Autaada/Pasak

Kata pasak, membuat penulis teringat dengan kegiatan Pramuka, bahwa "tenda kemah akan terbangun  jika ada pasak yang  terhujam dalam kebawah, karenanya tenda akan kokoh dan tidak akan mudah tergoyang jika ada pasak yang menancap dan menghujam kebawah"

Berikut penjelasan dari para mufassir.

Pertama, menurut Prof Sya'rawi Dalam Tafsirnya, mengatakan bahwa kata "autaada/pasak" itu sendiri mengindikasikan  kekokohan, [Syekh Mutwalli as-Sya'rawi, Tafsir as-Sya'rawi, Jilid 15]

kedua,  kekohan ini dijelaskan  oleh Prof Wahbah Zuhaili dalam Tafsirnya,  bahwa kata (اوتاد)  adalah bentuk Jamak dari kata (وتد), yaitu sesuatu yang ditancapkan didalam tanah untuk mengikat tali perkemahan sehingga bisa berdiri tegak. [Prof Dr Wahbah Zuhaili, Tafsir al-Munir Jilid 15]

Maksudnya adalah tidak akan berdiri tenda jika tidak ada pasak, tidak akan rubuh tenda jika pasak tetap menghujam kebawah, dan tidak akan hancur tenda Jika pasak tetap pada posisinya.

Ketiga, Dr Zaglul an-najjar, mengatakan dalam tafsirnya bahwa "Gunung berperan sebagai pasak bumi, yakni sebagai stabilisator permukaan bumi agar tidak bergetar bersama kita" [Dr. Zaglul an-najjar, Tafsir al-Ayat al-Kauniyah Fi Al-Qur'an al-Karim]

Menanggapi tentang peran Gunung sebagai stabilisator permukaan bumi, Dr Zaglul an-najjar, menjelaskan lebih lanjut. "Pada tahun 1960-an menurut para pakar, bahwa Gunung memiliki akar yang terhujam dalam kebawah, kisaran 15 kali ketinggiannya dari gunung yang terlihat di atas permukaan darat, hal ini bisa dilihat dan di pahami dalam kerangka kerja teori lempeng tektonik (plate tetonics)" [Dr Zaglul an-najjar, Al-Mafhum al-'Ilmi li al-Jibal fi Al-Qur'an al-Karim, jilid 3]

Dari apa yang dijelaskan oleh para mufassir, mengingat kan bahwa penelitian ini oleh para pakar, ditemukan pada tahun 1960-an namun faktanya, jauh sebelum para Ilmuan menemukan Gunung berperan sebagai stabilisator permukaan bumi, Nabi Muhammad SAW yang hidup antara 570 hingga 632 Masehi,  sudah menyampaikan ayat ini kepada para sahabatnya.

أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا (٦) وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا (٧)

"Bukankah kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, dan gunung-gunung sebagai pasak?"

Dan begtu juga dengan sabdanya Nabi Muhammad SAW: "Tatkala Allah menciptakan bumi, ia bergoyang dan menyentak, lalu Allah menstabilkannya dengan gunung...."

Dari apa yang penulis sampaikan dengan ringkas, pertanyaannya adalah, mau sampai kapan manusia bertindak semena-menanya? Hingga melupakan petunjuk Nya? "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya orang yang ber-akal lah yang dapat menerima pelajaran" QS. Az-Zumar: 9

Wallahu 'Alam bi as-showab




Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

TEORI KONTEKS DAN AL-WUJUH WA AN-NADZOIR

Sensitivitas Kulit dalam Al-Qur'an; Kajian Tafsir Sains